Wayan Puspawati, S.Pd

Guru merupakan seorang pengajar, pendidik, pembimbing, pembaharuan dan pembangunan masyarakat serta panutan bagi siswa. Untuk menjadi guru sejati haruslah memiliki empat ciri yakni berintegritas, terpercaya, berpengetahuan luas, dan senantiasa menebar kebaikan. Seorang guru yang berintegritas adalah guru yang mampu berpegang teguh pada nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Apabila dalam suatu lingkungan kerja tidak mendukung adanya pembentukan integritas tersebut, yang harus guru lakukan adalah tetap teguh akan diri sendiri dan tidak tergoyahkan, bahkan dari lingkungan tersebut kita dapat dengan perlahan mendorong teman sejawat, siswa dan yang lainnya untuk menguatkan tekad membentuk integritas.

Pengertian guru adalah orang yang  membawa sinar terang dalam kegelapan. Sebagai pembawa terang guru harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik dalam perilaku berintegritas. Profesi guru bertugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai dan mengevaluasi. Pengertian Integritas adalah perilaku konsisten antara yang diucapkan, dipikirkan dan dilakukan menurut nilai moral dan ajaran agama ; kepatuhan kuat terhadap nilai moral dan tidak dapat disuap ; kualitas orang utuh komplit tanpa cacat ; kondisi utuh tidak terbelah ; sikap mental dan perilaku sesuai prinsip moral dan etika ; anti korupsi ; kesesuaian dan keselarasan antara pikiran, niat, sikap, perkataan dan perbuatan.

Adapun 7 prinsip dasar penguatan integritas adalah mengubah pola pikir melalui terobosan, inovasi dan upaya tidak biasa ; diri pribadi sebagai kunci ; capaian kompetensi yang sesuai dengan perkembangan anak ; bersifat mendasar dalam kehidupan manusia ; terkoneksi dengan keluarga dan masyarakat (keluarga, sekolah, masyarakat) ; konsisten dalam setiap aktivitas ; dilakukan terus menerus dan dijaga

Bekerja atas dasar kerelaan hati dan ketulusan artinya guru berintegritas akan menampilkan perilaku berintegritas bukan hanya di kelas dan sekolah, melainkan juga ke masyarakat. Posisi guru dalam kehidupan manusia berperan dalam menyiapkan kehidupan anak di masa depan. Ki Hajar Dewantara menyebut posisi guru adalah “tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak”. Dalam pengertian ini, pendidikan dimaksudkan untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Lagi-lagi, kuncinya adalah kebahagiaan. Perannya yang begitu strategis, sehingga profesi guru dipandang mulia. Perilaku berintegritas memberi manfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat. Kebaikan itu membahagiakan. Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan pula.

Dengan situasi pandemik yang sudah terjadi selama 10 bulan ini, sekolah belum bisa melakukan pembelajaran tatap muka langsung. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dipilih pemerintah untuk menekan persebaran covid-19. Terkait dengan pola PJJ saat pandemik, penguatan karakter integritas siswa masih tetap perlu ditekankan, sehingga fenomena penyelesaian tugas belajar secara instan contohnya mendapatkan jawaban melalui google/brainly tidak menjadi kebiasaan. Sehingga lama kelamaan bisa tumbuh sikap tidak jujur dan malas. Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar dari rumah, hal ini bisa menjadi sarana untuk penguatan pendidikan karakter.

Menghadapi keadaan saat ini jika guru memang berintegritas maka ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dimana guru dituntut untuk aktif dan kreatif dalam memberikan pembelajaran jarak jauh, sehingga guru harus memperbarui dalam penguasaan teknologi sebagai sarana utama dalam pembelajaran jarak jauh. Guru tidak boleh menyesali keadaan, tetapi guru harus menemukan jawaban bagi permasalahan-permasalahan yang ada. Guru yang berintegritas tidak akan pernah menurunkan semangat dalam membentuk integritas dirinya bahkan senantiasa bersemangat dalam mendorong siswa untuk menguatkan tekad dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter. Memang di masa pandemi ini, semua bentuk aktivitas akan dibatasi, namun dengan semangat yang tinggi semua permasalahan tersebut dapat dilalui dengan baik. Apabila ada siswa yang mengalami permasalahan, kita dapat melakukan pendekatan terlebih dahulu. Jika permasalahan tersebut tidak dapat ditangani sendiri, maka kita dapat berkolaborasi dengan guru wali dan guru BK. Dengan tindak lanjut seperti itu, artinya kita sudah bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa.

Sebagai seorang guru tentu tugas utamanya adalah mendidik. Dengan kondisi pandemi      covid 19, seluruh siswa tidak diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka, sehingga masing-masing sekolah harus berupaya mencari solusi dalam menangani masalah ini. Solusi yang dipakai saat ini adalah melalui pembelajaran jarak jauh. Bagaimana langkah-langkah konkret kita sebagai seorang guru yang berintegritas untuk tetap menjaga, mengawasi dan mengontrol siswa agar tetap berpegang pada nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan peduli? Adanya kendala jarak membuat kita agak sulit mengontrol nilai-nilai integritas pada anak didik selama pembelajaran jarak jauh. Namun hal itu bukannya tidak mungkin dilakukan, salah satu upaya kita adalah selalu menekankan pada setiap pembelajaran bahwa alangkah lebih baik jika tugas atau ulangan yang kita berikan dikerjakan oleh siswa secara jujur dan mandiri. Hal tersebut bisa kita cantumkan sebagai bagian dari instruksi pada setiap tugas maupun ulangan yang kita berikan untuk selalu mengingatkan siswa agar selalu menanamkan nilai jujur dan kemandirian. Langkah berikutnya adalah agar setiap tugas yang kita berikan harus memiliki tenggat waktu penyelesaian agar siswa terbiasa disiplin dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Penilaian yang dilakukan bukan semata-mata dari tugas maupun ulangan tetapi dari kehadiran saat pembelajaran, keaktifan berdiskusi, serta sikap dan kedisiplinan pada saat melakukan pembelajaran daring.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini memang bisa kita sadari bersama bahwa kemampuan seorang guru untuk menyampaikan materi secara daring tidak maksimal. Kegiatan latihan soal, tugas maupun ulangan pun tidak bisa dipastikan bahwa siswa secara maksimal dapat mengikutinya, oleh karena itu dasar-dasar dari integritas ini perlu kita tanamkan sejak di awal kepada guru dan siswa. Dari komponen tersebut, kita bisa memastikan penguatan karakter integritas bagi guru dan siswa akan tercapai.

By admin