Gusti Ayu Putu Ari Utami, S.Pd., M.Pd.

(ariutamigustiayuputu27@gmail.com)

Bali adalah salah satu destinasi international yang terkenal dengan Budaya, adat, dan Alam. Masyarkat yang ramah dan selalu tersenyum menjadi icon untuk pariwisata Bali. Sector pariwisata memberikan kehidupan bagi masyarakat Bali.  Jalanan yang macet dan banyaknya tourist mancanegara yang berjalan di pinggir jalan menandakan Bali tengah ramai.

Namun, pada awal tahun 2020 dunia teracam terhadap penyebaran virus corona. Semua negara khawatir terhadap dampak virus tersebut. Penularan virus Corona atau yang disebut COVID19 sangatlah cepat sehingga WHO menetapkan  COVID-19 ini sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Dunia terasa mencengkam,pergerakan masyarakat mulai dibatasi. Anak anak mulai belajar dari rumah (BDR), serta Penerapan protocol kesehatan pun di mulai dengan menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). Pandemi ini membuat anak-anak manjadi tidak percaya diri, dan kurangnya motivasi didalam belajar terutama anak-anak SMK Pariwisata yang output nya tergantung terhadap pariwisata. Disamping itu, mereka merasa tidak ada kesempatan untuk melatih keterampilannya terutama mepraktekan Bahasa Inggrisnya.

Banyaknya nya tourist dari berbagai negara yang mengunjungi Bali membuat Bahasa asing sangat penting. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk berbagi maupun menerima informasi. Sehingga Bahasa asing sangat perlu di pelajari tertutama Bahasa inggris. Namun tidak sedikit siswa SMK menjadi bosan dan menurunya motivasi belajar dikarenakan BDR atau belajar dari rumah secara online. Meski dunia sedang berada pada masa pandemic global namun kita harus tetap optimis bahawa dunia akan sembuh.

Pembelajaran secara online membuat siswa menjadi bosan dan cendrung malas. Namun, pada pembelajaran abad 21 dimana kemajuan teknologi infomasi dan komunikasi berkembang begitu cepat sehingga berpengaruh terhadap generasi abad 21. Jadi siswa harus mengenal 4C yaitu Communicative, creative, cooperative, dan critical thinking. Yang artinya pusat pembelajaran tidak pada guru lagi namun lebih ke siswa atau yang disebut dengan Student center. Oleh sebab itu, siswa di harapakan lebih aktif menggali informasi.

Kini untuk meningkatkan kemampuan ESP (English specific purposes) Bahasa inggris khususnya Bahasa inggris untuk di Food and beverage service siswa bisa belajar dari berbagai sumber seperti youtube, google dan learning management system lainya. Selain itu, siswa juga bisa membeli buku secara online sebagai panduan untuk belajar Bahasa inggris khususnya di F&B service. Bahasa inggris untuk Food and Beverage service sangat penting di pelajari bagi siswa yang akan bekerja di restaurant sebagai seorang waiter-waitress. Dengan mempelajari Bahasa Inggris untuk direstaurant siswa akan mudah melakukan komunikasi baik dalam menyambut tamu, melayani makanan dan minuman, mengambil pesanan tamu dan juga menangani tamu komplin.

Bekerja di restaurant sebagai seorang waiter/waitress juga memerlukan periapan diri yaitu persiapan keterampilan di bidang F&B Service dan juga kemampuan berbahasa inggris khusus di restaurant atau yang disebut dengan ESP (English Specific purposes). ESP untuk Food and Beverage service adalah Bahasa inggris yang digunakan di F&B departement. Permasalahan nya adalah banyak anak-anak atau siswa yang merasa kurang peracaya diri untuk meningkatkan ESP dimasa pandemic ini. Berikut solusi yang bisa dilakukan di rumah untuk meningkatkan ESP for Food and Beverage service dirumah:

  1. Buatlah jadwal khusus untuk belajar Food and Beverage. Mengatur jadwal sangatlah penting untuk membuat diri kita lebih disiplin. Karena jika tidak menjadwalkan diri maka akan menimbulkan rasa malas dan selalu ingin menunda kegiatan.
  2. kumpulkan barang-barang atau bahan makanan yang ada di dapur semampunya dan cari artinya di kamus Bahasa inggris kemudian di catat. Semakin sering melakukan hal ini, maka semakin banyak kosa kata (Vocabularies) tentang kitchen utensil dan bahan-bahan makanan serta restaurant equipment yang akan diketahui.
  3. Membuat berbagai jenis lipatan napkin dari berbagai sumber. Kemudian jelaskan cara melipat dengan menggunakan Bahasa inggris.
  4. Tulislah percakapan antara waiter (Pramusaji) dan guest (tamu) kemudian mintalah bantuan kepada orang terdekat dirumah untuk membantu melakuan percakapan
  5. Tulislah menu yang disukai kemudian lakukan secara monolog dalam mempresentasikan menu dengan menggunakan Bahasa inggris.
  6. Kondisikan fasilitas dan tempat belajar dirumah serta Belajarlah dari berbagai sumber agar menambah ilmu pengetahuan.
  7. Tetap menjaga kesehatan selama belajar.

Selain itu, jangan malu bertanya kepada bapak atau ibu guru yang mengajar dibidangnya. Karena setiap informasi yang siswa dapatkan akan menambah pengetahuan. Buatlah daftar pertanyaan yang kiranya ingin di tanyakan. Sehingga keraguan bisa diatasi. ESP (English specific purposes) atau Bahasa inggris untuk di restaurant akan membuat siswa lebih siap menghadapi dunia kerja pada saat sektor pariwisata dibuka kembali.

Situasi ini harus kita hadapi bersama. Untuk memutus mata rantai penyebaran covid19 kita semua harus bekerja secara cooperative demi keselamatan dan kesehatan kita semua dengan menerapkan protocol kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah.

By admin