Tue. Apr 16th, 2024

      Sang Maestro Tari Kecak

OLEH: NI WAYAN WINDYA BUDI ASTITI (XAP7)

       I Wayan Limbak, lahir pada, 31 Agustus 1897 ia adalah seorang penari sekaligus pencipta dari tari kecak yang begitu populer. Ia menciptakan tari kecak bersama Walter Spies, pelukis asal Jerman. Tari kecak tercipta dari tari Sang Hyang Jaran (tarian sakral yang dipentaskan dalam upacara agama) yang kemudian dimodifikasi oleh Wayan Limbak pada tahun 1930 dimana karyanya yang diberi nama Tari Kecak tersebut sangat mendunia dan masih lestari sampai saat ini.
Wayan Limbak sendiri berasal dari Banjar Marga Bingung, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Dengan usulan dari Walter Spies agar tari Sang Hyang Jaran tersebut dimodifikasi hingga menjadi tari kecak yang sekarang kita kenal. Tari Kecak pada umumnya menyisipkan epos-epos Ramayana dalam tariannya, tatkala Subali bertempur melawan adiknya dengan Sugriwa atau Rahwana menculik Dewi Sita. Wayan Limbak menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2003, saat itu Wayan Limbak sudah berusia 106 tahun.
Ciri khas tari kecak pada umumnya dimainkan oleh laki-laki, biasanya terdiri dari 50 orang penari, para penari kecak membuat koreografi berbentuk lingkaran. Gerakan dari tari kecak adalah mengangkat kedua tangan dan bersuara “cak” disertai dengan suara ornamen yang digunakan oleh para penari. Biasanya beberapa penari membawa obor dari bambu. Harmonisasi dari tari kecak sangat khas suara dan gerakan yang ditampilkan oleh puluhan penari tanpa dikomandoi oleh seorang pun, atau bisa dibilang spontan. Tari kecak ini merupakan salah satu seni kebudayaan tari yang banyak digemari wisatawan manca negara dan sudah terkerkenal sampai ke luar negeri.