Tue. Apr 16th, 2024

Ngembak Geni

OLEH: NI WAYAN WINDYA BUDI ASTITI

XAP7

         Hari raya Nyepi, adalah hari raya yang jatuh setiap satu tahun sekali, dirayakan setiap pergantian tahun baru isaka, yaitu sehari setelah tilem sasih ka-sanga, pada bulan maret. Hari raya Nyepi adalah hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka. Dimana dalam pelaksanaannya ini, umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan yang wajib dilaksanakan dan dipatuhi pada saat Nyepi, antara lain tidak berkegiatan dan bekerja (amati karya), tidak menyalakan lampu dan api (amati geni), tidak berpergian (amati lelungan) dan tidak mengadakan hura-hura (amati lelanguan). Hal ini berlaku setelah prajuru di setiap Desa membunyikan kentongan sehari setelah dilaksanakan nya pangrupukan, yaitu sekitar jam 06.00 WITA.
Pecalang di setiap Desa ditugaskan untuk berjaga di lokasi yang sudah di tentukan, sehari setelah dilaksanakan nya Nyepi, keesokan harinya, pada pukul 06.00 WITA prajuru di setiap Desa kembali membunyikan kentongan, dimana ini artinya hari raya Nyepi sudah berakhir dan masyarakat sudah dapat beraktivitas kembali seperti semula. Pembebasan ini disebut dengan ‘Ngembak Geni’.Hari Ngembak Geni ini bermakna telah berakhirnya catur brata penyepian. Pada hari Ngembak Geni umat Hindu melaksanakan acara saling mengunjungi keluarga atau kerabat, teman dekat,untuk saling memaafkan atas segala kekhilafan dan kesalahn yang telah diperbuat atau mungkin terjadi tanpa disengaja.