Thu. Mar 4th, 2021
I Wayan Yastika, S.Pd., M.Pd. - Guru

Pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini, tidak hanya mempengaruhi sektor kesehatan saja, sektor pendidikan juga tidak luput dari dampak negatifnya. Jika kita runut ke belakang mulai dari kelas XII tahun pelajaran 2019/2020 yang tidak dapat menempuh ujian akhir, raportan semester genap 2019/2020 yang dilakukan dengan sistem perwakilan dan penerapan protokol kesehatan.

Di awal tahun pelajaran 2020/2021, PPDB dan MPLS dilaksanakan secara online (daring) yang memberikan tantangan tersendiri baik dari sisi guru di sekolah maupun dari sisi peserta didik itu sendiri. Selain itu pembelajaran di semester ganjil 2020/2021 juga sebagian besar dilaksanakan secara online (daring) dengan segala kelebihan maupun kekurangannya. Dengan tetap berpacu pada aturan yang ada tanpa harus berpasrah dengan keadaan, proses pembelajaranpun tetap berjalan meskipun tanpa langsung ke sekolah seperti sebelumnya.

Dan,, tibalah di penghujung semester ganjil 2020/2021, dimana sesuai dengan kalender pendidikan pada tanggal 19 Desember 2020 dilaksanakan kegiatan pembagian raport untuk kelas XII serta pada tanggal 18 Desember 2020 untuk siswa kelas X dan XI. Dalam raport yang diberikan ke masing-masing peserta didik merupakan “laporan” yang diberikan oleh guru kepada orang tua dan peserta didik dari proses pembelajaran yang telah dilakukan oleh peserta didik itu sendiri. Tentu saja dalam pemberian laporan tersebut menggunakan data secara kolektif (penggabungan) semua nilai dari semua mata pelajaran.

Pembagian raport untuk semester ganjil 2020/2021 ini juga dilaksanakan secara sederhana dengan sistem perwakilan dari siswa. Yang mengambil raport ke sekola adalah peserta didik yang secara prolehan nilai totalnya tertinggi pertama sampai dengan ketiga di masing-masing kelasnya. Raport temannya yang lain dititipkan kepada peserta didik tersebut.

Sudah tentu juga, setelah raport di bagikan kepada peserta didik ada yang memperoleh nilai total lebih tinggi dari temannya ataupun lebih rendah dari temannya. Ada yang secara jumlah naik dari semester sebelumnya, maupun turun dari semester sebelumnya. Itu adalah hal yang wajar dalam sebuah proses ada yang grafiknya naik maupun grafiknya menurun.

Yang mungkin perlu kita pahami bersama, bahwa hasil total nilai yang tersaji dalam raport bersifat dinamis, artinya tidak mentok seperti itu terus, bisa saja dalam hitungan hari terjadi perubahan naik maupun turun. Yang jelas, untuk yang nilainya secara total lebih tinggi dari temannya, jangan terlalu berbesar hati, berbangga secara berlebihan dan terlena begitu pula yang nilainya masih lebih rendah dari temannya jangan terlalu merasa kecil hati dan menyalahkan diri sendiri.

Nilai total dalam raport dapat menunjukkan ada yang lebih tinggi dan yang lebih rendah, akan tetapi itu bukanlah satu-satunya ukuran dan tidak dapat secara mutlak dijadikan sebagai dasar menyatakan bahwa seseorang itu “pintar” hanya dengan nilai nilai total di raportnya. Tidak bisa juga menyatakan bahwa seseorang itu “bodoh” hanya dengan melihat nilai total di raportnya. Karena pada dasarnya semua peserta didik itu unik, memiliki talenta dan keistimewaannya sendiri dalam bidang yang berbeda satu sama lainnya.

By admin