Fri. Mar 5th, 2021
Ni Made Jeniari - OSIS

Siat Sampian sendiri adalah tradisi unik yang rutin digelar di Pura Samuan Tiga, desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Tradisi inipun digelar setiap setahun sekali yaitu bertepatan dengan Purnama Jiyestha, bulan 11 kalender Bali atau sekitar bulan Mei pada kalender masehi bertepatan dengan bulan penuh (purnama). Pura Samuan Tiga ini sendiri adalah pura peninggalan masa lampau yang merupakan tempat atau tonggak sejarah bersatunya sekte-sekte yang ada di Bali masa silam.

Pura Samuan Tiga dibangun pada zaman Kerajaan Udayana pada abad X Masehi silam, sekte yang memiliki keyakinan dan pemahaman berbeda tersebut rentan terjadi gesekan dan akhirnya saat rapat (pesamuan) disepakati dewa Tri Murthi sebagai pemujaannya dan dibangunlah Pura Kahyangan Tiga pada setiap desa Pakraman. Tradisi siat sampian tersebut memiliki hubungan erat dengan sejarah penyatuan sekte yang ada di Bali tersebut.

Tradisi perang atau siat sampian tersebut digelar saat rangkaian upacara pujawali atau piodalan di Pura Samuan Tiga di Bedulu dan berlokasi di areal Jaba Tengah pura. Perang atau siat dalam tradisi tersebut menggunakan rangkaian janur atau sampian yang biasanya sebagai perlengkapan banten (sesajen) dan sekarang digunakan untuk senjata. Dalam prosesi tersebut dilakukan oleh pengayah (peserta) perempuan ataupun laki-laki. Peserta tersebut dipilih melalui prosesi atau ritual yang bernama mapekeling atau pawintenan, dari sanalah diketahui siapa saja yang terpilih dan dipercaya oleh Ida Sesuhunan (Batara yang berstana) di Pura Samuan Tiga sebagai pengayah.

Jadi, tidak sembarangan orang bisa terlibat dalam tradisi Siat Sampian walaupun orang itu masih termasuk penduduk dari Desa Bedulu, Gianyar. Jumlah pengayah atau peserta Siat Sampian ini juga berbeda-beda, yang mana jumlah pengayah laki-laki lebih banyak bisa mencapai ratusan, sedangkan pengayah perempuan ditunjuk kurang lebih 35 orang dari Desa Adat Bedulu, yang mana peserta yang sudah ditunjuk harus dengan iklas dan senang hati menjalankan perintah dari Ida Bhatara.

Sumber : Diolah Dari Berbagai Sumber

By admin