Problema Plastik Dalam Kehidupan

Problema Plastik Dalam Kehidupan
Oleh : Ni Made Bela

Pemerintah Provinsi Bali khusunya bapak gubernur Bali yaitu Bapak I Wayan Koster telah meluncurkan suatu program yang dinamai “Nangun Sat Kerthi Loka Bali.” Yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam Kebudayaan. Melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Hal yang bisa kita upayakan untuk menciptakan pulau Bali yang lebih  baik sebenarnya harus kita mulai dari diri sendiri setelahnya baru kita tularkan ke lingkungan  sekitar kita. Contoh dari upaya yang sangat sederhana tapi bermakna adalah mengurangi kebiasaan  buruk kita yang bisa dikatakan sudah mendarah daring di dalam diri kita, bahkan mungkin bisa dikatan sebagi suatu gaya hidup di masyarat kita. Apa itu? Kegiatan yang dimaksud adalah penggunaan plastic dalam setiap aktivitas kita.

Mungkin  kita muak mendengar seruan “kurangi penggunaan sampah plastic!” tapi apakah kita sudah melakukan hal itu? Ataukah kita masih saja mengganggap seruan-seruan semacam itu sebuah himbauan tak penting? Mulai sekarang mari kita sadar! Sayangi tempat tinggal kita ini.

Jika kita masih berpikir sampah plastic yang kita hasilkan tidak akan berdampak seberapa bagi bumi kita, sadarilah diluar sana ada berjuta-juta orang yang berpemikiran yang sama.

Dapat dilihat dari data di atas pada tahun 2015 saja limah plastic yang dihasilakan penghuni planet bumi kita  sudah mencapai 350 ton dan pada tahun ini Indonesia sudah menduduki posisi kedua sebagai Negara penyumbang sampah plastic di dunia. Haruskah kita berbangga atas peringkat yang kita duduki tersebut? Tentu tidak! Kita harus segera berbenah . mengkerucut ke pembahasan yang lebih spesifik,kita semua tentu tau bahwa bumi Bali kita ini adalah salah satu tujuan wisata favorit di dunia, berjuta-juta turis asing datang ke Bali setiap tahunya, mereka tinggalkan negara asalnya untuk datang, menikmati, dan mencintai pulau Bali karena budaya, kesenian, keramahan, keindahan alam yang kita miliki. Untuk hal ini kita patutlah berbangga dan bersyukur atas ketenaran bumi Bali kita kita ini, jika tidak ada kegiatan pariwiasata lagi di Bali bahkan mungkin karma Bali tidak bisa hidup karena sebagian besar masyarakan Balidapat menghidupi keluarganya dari bekecimpung di industri pariwisata itu sendiri.  

Dapat dilihat dari gambar di atas yang merupakan salah satu contoh tentang bagaimana realita tercemarnya bumi Bali kita, terutama oleh sampah plastic sekali pakai. Jadi bukan tidak mungkin beberapa dekade kedepan Bali akan ditinggalkan oleh para wisatawan karena buruknya atmosfer Bali. Ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakan untuk bergaya hidup instan, ingin praktis, dan egois. Kenapa egois? Tentu egois bahkan lingkungan tempat hidupnya sendiri tidak di pedulikan. Realiata lapangan masih banyak sugesti masayarakat yang beranggapan bahwa membawa tas kain ketika berbelanja ke pasar itu adalah suatu hal yang berlebihan, kenyataanya populasi sampah plastic yang berlebihan. Kerugian yang ditimbiulkan sampah plastic sangatlah banyak. Mulai dari kesehatan, estetika, rusaknya lingkungan dan masih banyak sekali damapak negative lainya, tapi kita masih saja menutup mata akan kenyataan itu.


Maka dari itu pemerintah berupaya dengan sangat keras agar penggunaan sampah plastic sekali pakai setidaknya mengalami sedikit penurunan dengan cara diluncurkannya berbagai program-program dan tidak dipergunakanya lagi kantong plastic sekali pakai di supermarket dan minimarket walaupun di warung-warung kantong plastic sekali pakai masih lumbrah digunakan.  Sudah tentu dalam rangka mewujudkan program tersebut pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dalam mewujudkan gumi bali yang Kerthi warga masyarakat Bali tentu mendapat peran utama dalam muwujudkanya. Jangan biarkan Ibu Pertiwi kita menangis karena ulah kita jadi ayo! perpanjang umur bumi dengan mengurangi penggunaan kantong plastic sekali pakai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *