Penggunaan Bahasa Bali Di Kalangan Remaja Pada Era Moderenisasi

Penggunaan Bahasa Bali Di Kalangan Remaja Pada Era Moderenisasi
Oleh : Ni Komang Sintya Yuni Handani

Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi secara alami dan secara umum digunakan oleh seseorang untuk berinteraksi atau berkomunikasi bersama orang lain. Bahasa terdiri dari kata-kata atau kumpulan kata yang di rangkai menjadi sebuah kalimat.  Indonesia mengenal banyak kata, seiring dengan berjalannya waktu, bahasa berkembang menjadi lebih luas lagi . Bahasa bertujuan untuk menyampaikan informasi ataupun mengungkapkan gagasan-gagasan yang ada di pikiran. Indonesia memiliki berbagai bahasa daerah yang dapat mencirikhaskan daerahnya masing-masing. Sebut saja daerah Bali yang merupakan daerah yang sudah sejak dulu kental akan bahasa daerah serta kebudayaannya yang telah di turunkan dari nenek moyang sampai ke anak cucunya. Bali di kenal di manca negara akan keramah tamahan dari masyarakatnya ,kebudayaan yang begitu kental  menjadi daya tarik bagi negara lain, serta bahasa yang di gunakan sangatlah sopan. Setiap daerah di Bali-pun memiliki Bahasa Halus yang berbeda pula.


Bahasa Bali Halus merupakan bahasa Ibu dari daerah Bali yang telah di turunkan dari para leluhur, yang masih mendarah daging sampai saat ini.  Daerah Bali banyak memiliki tradisi yang sangat unik sehingga masih di pegang teguh oleh kalangan masyarakat. Selain pesona alamnya yang menakjubkan , kebudayaan Bali tersebutlah yang menjadi salah satu ciri khas yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke Bali. Bahasa daerah Bali merupakan ciri khas daerah Bali yang perlu di pertahankan keberadannya, dengan cara menggunakannya secara terus menerus. Dengan adanya kemajuan teknologi serta banyaknya wisatawan asing  yang datang ke Bali maka masyarakat Bali akan lebih banyak lagi mengenal dan mendengar bahasa asing. Adanya bahasa asing yang masuk akan membawa dampak negatif maupun positif bagi masyarakat Bali. Dampak negatifnya, anak cucu kita akan lebih cenderung ke penggunaaan bahasa asing karena seiring kemajuan jaman anak cucu kita lebih mengikuti jaman dari pada menjalankan apa yang sudah ditanamkan oleh leluhur sebelumnya, sedangkan dampak positifnya yaitu kita dapat memajukan Bali dengan adanya daya tarik wisata dan kita dapat berkomunikasi dengan orang asing.


Namun di era modern ini penggunaan bahasa Bali di kalangan remaja sudah mulai menurun. Karena kalangan remaja enggan untuk menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari seharinya . Anak remaja jaman sekarang lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa prokem ataupun bahasa Inggris. Lalu bahasa ibunya sendiri di lupakan,yang mengakibatkan susahnya membaca ataupun menulis aksara Bali. Pelestarian bahasa daerah sangatlah kurang khususnya di kalangan remaja, jika di biarkan maka lama- kelamaan bahasa daerah Bali akan mati karena tidak lagi digunakan. Sebagai kalangan remaja Bali yang sangat mencintai daerah nya, seharusnya remaja jaman sekarang dapat memilah dimana mereka harus menggunakan bahasa ibunya dan dimana mereka harus menggunankan bahasa asing, bahasa ibu biasanya digunakan oleh remaja hanya pada saat mendapatkan pelajaran bahasa bali di kelasnya, itu pun pada hari tertentu saja, setelah itu kembali lagi ke awal dimana mereka akan menggunakan bahasa Indonesia dan inggis. Turis-turis manca negara sangat berminat untuk memperlajari bahasa daerah Bali karena bahasa Bali terkenal dengan logat, dan nadanya yang khas pada saat mengucapkan kata atau kalimat. Bahasa daerah Bali perlu dilestarikan karena sudah terancam punah seiring kemajuan jaman yang mengakibatkan remaja zaman sekarang menganggap remeh dan cenderung cuek terhadap bahasa ibunya. Mungkin saja mereka berpikir jika Bahasa Bali tidak masuk ke jaman modern, remaja jaman sekarang hanya berpikir negatif saja tanpa pernah berpikir positif. Turis-turis manca negara rela datang jauh-jauh dari luar negeri datang ke Bali untuk melihat kearifan lokal dan ingin memperlajari bahasa bali yang akan ia sebar luaskan ke negaranya, namun dengan mudahnya remaja jaman sekarang tidak pernah mengambil hikmah positif malah mereka meremehkan bahasa Ibunya yang mereka gunakan dan rangkul dari dalam kandungan.


Tanpa mereka sadari bahwa bahasanya diminati banyak Negara asing. Mereka mungkin saja tidak pernah berpikir, mengapa turis manca negara rela jauh-jauh datang ke Bali hanya untuk memepelajari bahasa yang kita miliki, sedangakan kita sebagai remaja Bali malah memperlihatkan sikap acuh tak acuh kepada bahasa kita sendiri. Orang yang berada di luar Bali saja bangga dapat mempelajari bahasa daerah kita, kenapa kita sebagai remaja Bali malah menganggap Bahasa kita biasa saja dan malahan kita tertarik untuk belajar bahasa orang lain tanpa ada minat sedikit pun untuk melestarikan dan membangga – banggakan bahasa kita sendiri. Jika  leluhur ataupun orang zaman dahulu tau dan mendengar generasinya sekarang yang mereka percayai dapat menjalankan aturan yang sudah di tetapkan apalagi dapat menjaga bahasa Ibu yang sudah digunakan sebelum kita ada,mereka pasti merasa bangga, namun generasi zaman sekarang malah merusak dan meremehkan begitu saja bahasa yang sudah di ciptakan, pasti saja mereka orang yang hidup pada zaman dimana bahasa bali  masih digunakan dengan sangat baik yang diikuti dengan logat khasnya merasa sangat kecewa karena mereka di masa hidupnya berusaha untuk mempertahankan bahasa yang mereka bangga – banggkan sejak lahir tetapi setelah mereka tiada bahasanya menjadi sangat punah karena kurangnya kesadaran dari remaja milenial.


Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa seharunya melestarikan bahasa yang kita miliki dan sangat bangga karena bahasa kita disebar luaskan dan dipelajari oleh orang luar negeri yang sangat berminat untuk memperlajari bahasa kita yang kaya akan logat khasnya, jangan sampai kita menganak tirikan Bahasa Ibu kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *