Implementasi Pembelajaran E-Learning Berbasis Moodle


Pendahuluan

Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dengan kemampuan untuk mendistribusikan informasi secara cepat, dari satu tempat ke tempat yang lain yang berjauhan telah memberikan manfaat yang sangat berarti dalam kehidupan manusia. Dengan hadirnya TIK, orang-orang yang tersebar di dunia bisa saling bertukar informasi atau berinteraksi dengan cepat dan efisien, tidak tergantung pada lokasi mereka ataupun perbedaan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Seorang siswa yang tinggal di daerah terpencil bisa mengambil informasi atau memperoleh pengetahuan yang sebenarnya terletak ribuan atau ratusan ribu kilometer darinya.

TIK juga mempungai peranan yang luar biasa dalam bidang pendidikan. Berbagai perangkat lunak seperti Microsoft Office atau Open Office memudahkan para pelajar dalam mengerjakan tugas, seperti laporan praktikum dan artikel, juga ketika mempresentasikan tugas di kelas. Dalam kegiatan belajar mengajar banyak program komputer yang ditujukan untuk mempermudah orang dalam mempelajari ilmu pengetahuan maupun bahasa asing. Dengan dukungan multimedia, ilmu-ilmu yang sering dianggap sulit dapat disajikan dalam bentuk atau cara yang membuat orang senang mempelajarinya. Sesuatu materi juga dapat dipelajari dengan komputer tanpa harus menginstall program karena program ditaruh pada penyedia dan kita cukup mengunjungi webnya.

Teknologi internet ikut berperan dalam menciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Belajar tidak lagi harus dilakukan di kelas, tetapi dari mana saja sepanjang komputer yang digunakan bisa terhubung ke internet. Perkembangan teknologi informasi khususnya teknologi internet pada dasa warsa terakhir ini membuat para pendidik mampunya banyak pilihan dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk pembelajaran. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi internet untuk mendukung proses pembelajaran adalah e-learning. Dengan e-learning ini para pendidik dapat menaruh materi pembelajaran, memberikan tuga dan kuis untuk evaluasi, serta memonitor dan menjalin komunikasi dengan siswa melalui web. Dengan demikian aktivitas pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.


Pengertian E-Learning

Menurut Khan (dalam Suartana : 2014), e-learning menunjuk pada pengiriman materi pembelajaran kepada siapapun, di manapun dan kapanpun dengan menggunakan berbagai teknologi dalam lingkungan pembelajaran yang terbuka, fleksibel dan terdistribusi.

Menurut Riyanto (2016), e-learning merupakan pembelajaran yang dilakukan jarak jauh dengan web browser sebagai medianya yang tersambung melalui internet. Sehingga siswa dapat belajar tanpa mengenal tempat atau lokasi mereka berinteraksi menggunakan internet.

Jadi dapat disimpulkan bahwa e-learning merupakan pengiriman materi pembelajaran menggunakan media internet kepada peserta didik sehingga dapat terjadi pembelajaran kapanpun dan dimanapun selama peserta didik terkoneksi dengan internet.


Karakteristik Dasar LMS

  1. Memberikan layanan student selft service, artinya seluruh peserta didik dalam pembelajaran berbasis TIK ini dapat melayani diri mereka sendiri ketika ingin menjalani aktivitas belajar. Struktur kurikulum dan bahan ajar dapat diakses secara mandiri tanpa campur tangan pihak lain.
  2. Memberikan layanan online learning, artinya seluruh bahan ajar yang disiapkan oleh pendidik dapat diakses oleh peserta didik secara online melalui jalur internet maupun intranet. Bahan ajar disajikan dalam bentuk course (kursus) yang telah dipaketkan sesuai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
  3. Memberikan layanan online assessment, artinya peserta didik yang telah melakukan pembelajaran secara online dapat mengetahui apakah dirinya telah menguasai materi pembelajaran dengan cara mengikuti assessment secara online.
  4. Memberikan layanan collaborative learning, artinya aplikasi ini menyediakan layanan kolaborasi pembelajaran antara pendidik dengan pendidik, pendidik dengan peserta didik, maupun antar peserta didik.
  5. Menyediakan layanan training resources management, artinya aplikasi ini menyediakan layanan pengelolaan sumber daya pelatihan secara terkomputerasisasi. Platform aplikasi LMS harus berbasis Web supaya dapat diakses melalui berbagai macam platform.

Pengertian LMS Moodle

Portal e-learning kini banyak dikembangkan dengan menggunakan LMS (Learning Management System). Dan, Moodle merupakan salah sati LMS open source yang sangat populer. Moodle dapat dengan mudah dipakai untuk mengembangkan portal sistem e-learning.

Moodle atau Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment, portal e-learning yang dapat dimodifikasi sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah. Dengan tampilan seperti halaman web pada umumnya, Moodle memiliki fitur untuk menyajikan kelas (course), dimana pengajar bisa mengunggah materi ajar, soal dan tugas. Peserta didik bida masuk (login) ke Moodle kemudian memilih kelas yang disediakan atau di-enroll untuknya. Aktivitas peserta didik di dalam Moodle ini akan terpantau progres nilainya.


Desain Moodle

Sesuai filosofinya, Moodle didesain untuk mencapai tujuannya. Berikut adalah desain Moodle :

  1. Mendukung pedagogi konstruksi sosial, antara lain kolaborasi, aktivitas dan kritik
  2. Sangat sesuai untuk kelas online dan dapat pula digunakan sebagai tambahan suplemen kelas tatap muka
  3. Praktis, ringan, efisien dan antar muka browser sederhana
  4. Mudah diintall pada berbagai platform
  5. Mendukung hampir semua merek database
  6. Daftar kursus yang dilengkapi deskripsi dari setiap kursus yang ada. Selain itu juga memberikan akses sebagai tamu (guest)
  7. Tersedia katagori kursus
  8. Mengutamakan sisi keamanan, misalnya pemeriksaan ulang terhadap formulir, validasi data dan eksipsi cooke
  9. Sebagian besar area entry, seperti resource (sumber atau bahan kursus), forum atau jurnal dapat diedit menggunakan editor HTML WYSIWYG (What You See Is What You Get) yang terintegrasi dengan Moodle

Aktivitas Dalam Pembelajaran Online Berbasis Moodle

Dari sekian banyak modul yang tersedia, maka dalam implementasinya di sekolah yang menjadi target utamanya adalah :

Modul Penugasan (Assignment)

Penambahan Assigment sangat bermanfaat bagi para pengajar untuk mengatur pemberian tugas pada siswa. Pengajar sering kali memberikan tugas dengan cara mengirimkannya melalui e-mail, namun banyak ditemukan masalah yang membuat pengajar dan peserta didik berdebat tentan pengiriman tugas tersebut. Bisa jadi tugas tidak masuk ke inbox, tetapi masuk ke spam atau mungkin terjadi kesalahan penulisan alamat e-mail. Sedangkan dengan aktifitas Assigment ini, pengajar memiliki keluasaan untuk mengatur batas file serta batas awal dan akhir pengumpulan tugas. Selain itu, pengajar bisa langsung memberikan penilaian.

Modul Chat

Aktifitas obrolan (chat) sangat bermanfaat untuk mempermudah interaksi online antara pengajar-peserta didik, peserta didik dengan peserta didik. Komunikasi dan interaksi yang baik antara pengajar dan siswa dapat membantu mengatasi problematika belajar dan memperlancar tanya-jawab seputar materi yang masih perlu penjelasan.

Modul Bahan Kursus (Resource)

Aktifitas ini memungkinkan guru memberikan bahan-bahan pembelajaran secara online kapada peserta didik. Bahan tersebut dapat berupa : buku digital (ebook), bahan ajar berupa file atau folder, link, video, gambar dan yang lainnya.

Modul Quiz

Penambahan aktifitas kuis memungkinkan pengajar untuk membuat latihan soal, pre-test, post tes, ulangan harian dan bentuk soal-soal lainnya. Aktifitas ini akan sering digunakan pengajar guna melakukan evaluasi terhadap peserta didik yang mengikuti pembelajaran berbasis LMS Moodle ini.


Simpulan

Pembelajaran online menggunakan LMS Moodle merupakan salah satu upaya pihak sekolah menerapkan TIK dalam pembelajaran sehingga aktifitas pembelajaran dapat dilakukan kapan pun dan dimanapun menggunakan media HP, laptop komputer maupun perangkat lainnya selama berisikan web browser dan terkoneksi ke internet.

Skenario dalam pembelajaran online (e-learning) dalam konteks ini adalah sebatas pada :

  1. Pembuatan kelas (course) oleh guru
  2. Pemberian tugas secara online yang dijawab secara online juga oleh peserta didik kemudian guru memberikan penilaian dan feedback atas tugas tersebut yang dapat diketahui oleh masing-masing peserta didik.
  3. Pemberian materi tambahan yang diupload oleh guru
  4. Evaluasi ataupun ulangan harian secara online
  5. E-learning ini digunakan sebagai pendukung aktifitas pembelajaran di kelas dalam rangka memberikan keluasaan kepada peserta didik untuk mengembangkan lagi materi-materi yang dibahas di dalam kelas

Daftar Referensi Bacaan :

Batubara, Hamdan Husein. 2018. Pembelajaran Berbasis Web Dengan Moodle Versi 3.4. Yogyakarta : Deepublish.

https://moodle.org/

Indrawan, Gede. 2017. Moodling Your Class : Moodle Untuk Kelas Online. Depok : Rajawali Pers.

Riyanto, Onwardono Rit. 2016. Teknik Pembelajaran E-Learning Dengan LMS Moodle (Untuk Pemula). Yogyakarta : Deepublish Publisher.

Suartana, Kadek & Tastra, I Dewa Kade. 2014. E-Learning Berbasis Moodle. Singaraja : Graha Ilmu.

Sukari. 2013. Menggunakan E-Learning Sekolah : Step by Step Implementasi Moodle. Gresik : Penerbit Erlangga.